Mengapa nilai ibadah jadi sesederhana itu? Ya karena mindset kita sebagai muslim adalah "ketika kita berbuat baik ke orang lain, orang lain juga akan berbuat baik ke kita".
Lalu ukuran opini tersebut kita pakai untuk mengukur balasan kebaikan Tuhan. Pikiran ini kemudian diluruskan oleh pertanyaan Maryam yang menurutku sangat jelas dan menyentuh hatiku. "Mengapa kita tidak berbuat baik oleh karena kebaikan itu sendiri? Mengapa harus karena pahala? Mengapa kita harus menghindari dosa karena takut neraka? Mengapa bukan karena kejahatan itu sendiri?" Itulah nilai.
Jika ada yang bilang "jangan terlalu baik, nanti ditipu", " jangan terlalu bermanfaat, nanti dimanfaatkan ", maka bagiku, ungkapan sarkas semacam itu sangat tidak menyenangkan. Kita baik karena kebaikan itu sendiri. Kita tidak berbuat jahat, karena kejahatan itu sendiri. Yang diniatkan baik, akan menjadi baik. Yang diniatkan jahat, akan menjadi jahat. Itu semua bergantung kepada diri kita, dan tidak sama sekali karena ada maksud lain selain kebaikan atau menghindari kejahatan. Jika itu menjadi prinsip hidup, maka akan menjadi karakter/kepribadian.
(Awee, 2022)