Awee-2022----atas nama kemajuan (dan mungkin memberdayakan ekonomi), beberapa orang bikin industri, industrinya berjalan puluhan tahun, ternyata industri tersebut merampas ruang hidup, bisa jadi hutan, gunung, sawah, lautan, bahkan tanah tetangga yang mungkin akan dibangun jalan tol, semua itu "katanya" demi kesejahteraan dan akses ekonomi. Lalu kemudian perubahan iklim terjadi, saat hujan, pasti banjir atau badai. Secara tidak sadar industri tadi yang sudah merampas hutan, gunung, sawah, dan lautan telah berpengaruh merusak alam, kenapa bisa begitu? bayangkan aja, pohon-pohon yang ada bekerja sangat keras menyerap CO2 dari hasil industri, yang mana Industrialisasi menghasilkan CO2 lebih besar daripada kemampuan pohon-pohon di dalam menyerapnya, ya pohon-pohon itu bisa sih, tapi bakalan butuh waktu lama, sementara di sisi lain juga, beberapa orang yang serakah itu terus-terusan babat hutan. Begitu juga gunung, lautan, dan sawah, yang mana mereka punya peran masing-masing, oleh keserakahan segelintir pebisnis gunung ditambang, garis pantai direklamasi dan sawah dialihfungsikan sebagai jalan tol, bandara atau bangunan perumahan. Wal hasil, sebagian orang yang lain ketimpa musibah bencana. Setelah bencana pasti mengalami kerumitan hidup. Bukan hanya karena bencana sih ya, peristiwa-peristiwa perampasan tanah, kekeringan, tidak adanya lapangan pekerjaan yang sesuai skill, nah itu membuat orang-orang merantau dan bekerja apa saja, yang paling tren adalah menjadi tenaga kerja. Ada yang berangkat kerja secara legal dan ada yang ilegal. Nah yang berangkat secara ilegal ini adalah yang perlu diperhatikan, tidak sedikit mereka yang berangkat secara ilegal terjebak menjadi korban perdagangan manusia. Kadang-kadang aku bertanya dimana peran negara di sini? Jika ada kesempatan untuk memperbaiki ini semua, aku ingin sekali. Tuhan mampukan aku hidup untuk bersungguh-sungguh menjalani hidup dengan kejujuran, dan hindari kami dari cara hidup yang munafik, sehingga kami bisa hidup sebagai masyarakat yang damai dalam iman dan cinta kasih-Mu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cerita Orang Muda Penghayat dalam Mengelola Perbedaan
Disclaimer: Tulisan ini adalah publikasi ulang dari hasil liputan penulis di Gunung Kidul dengan beasiswa dari AJI Yogyakarta pada tahun 20...
-
Kebanyakan orang yang aku tahu enggan membicarakan kematian. Entah karena perasaan takutnya atau sebab yang lain. Aku pr...
-
JUDAISME [1] A. Pendahuluan Di dunia ini kita mengetahui adanya tiga agama samawi, yaitu agama Yahudi, Masehi dan Islam. Dala...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar